WELCOME

WELCOME

Sunday, March 31, 2013

Aneka Resep Soto

Indonesia kaya akan ragam masakan. Salah satunya adalah soto. Hampir semua daerah memiliki masakan khas soto. Ada yang berkuah kaldu bening, atau santan. Berikut beberapa resep soto populer nusantara. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo.

Soto Padang

Bahan:
500 g daging sapi, potong besar-besar
1200 ml air
Bumbu A:
3 buah cengkih
4 cm kayu manis
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdt cuka
2 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
1 lembar daun kunyit
3 cm jahe, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
¼ sdt pala bubuk
1 sdt garam halus
Bumbu B, haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah cabe merah
½ sdt lada butir, sangrai
1 cm kunyit, bakar
Pelengkap:
40 g soun, seduh air panas. tiriskan
1 batang daun bawang, iris halus
2 sdm sledri cincang
2 sdm bawang merah goreng
4 buah kentang goreng/prekedel
2 buah tomat, potong-potong
Kerupuk merah/emping secukupnya
Potongan jeruk nipis
Sambal, panaskan minyak, tumis hingga harum, haluskan:
10 buah cabe merah, potong-potong
6 butir bawang merah, potong kasar
1 buah tomat, belah empat
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng
Cara Membuat:
1. Rebus potongan daging dengan air dan semua bumbu-bumbu A hingga daging empuk. Angkat daging dan saring kaldunya.
2. Panaskan minyak, goreng daging hingga berwarna kecokelatan. Angkat, potong dadu. Sisihkan.
3. Panaskan 3 sdm minyak goreng, tumis semua bumbu B hingga harum. Tuang kaldu dan tambah dengan air hingga sekitar 2 lt. Masak hingga mendidih. Angkat.
4. Penyajian: Siapkan mangkuk saji. Atur soun, kentang atau perkedel, potongan daging, irisan daun bawang, sledri, dan emping. Siram dengan kaldu panas. Taburi soto dengan bawang merah goreng dan lengkapi dengan sambal dan potongan jeruk nipis. Hidangkan panas.
Untuk 6 Porsi

Tip: Agar kualitas rasa prima, menyajikan soto sebaiknya dipisah semua bahan isinya. Racik pelengkap soto dalam mangkuk dan siram dengan kaldu panas sesaat sebelum soto disajikan.

Soto Tangkar
Bahan:
600 g tulang iga, potong-potong
200 g daging sandung lamur, potong 1 x 1 cm
2 lt air
500 ml santan kental
3 sdm minyak goreng
Bumbu:
7 butir bawang merah, haluskan
5 siung bawang putih, haluskan
2 buah belimbing wuluh, potong-potong
6 butir kemiri, sangrai,  haluskan
5 buah cabe merah, haluskan
1 sdt ketumbar, sangrai, haluskan
1 sdt jintan, sangrai, halsukan
2 cm kunyit, bakar, haluskan
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, memarkan
1 sdm air asam jawa
2 sdt irisan gula merah
1 sdt garam dapur
Pelengkap:
Ketupat/lontong, potong-potong
60 g kelapa, sangrai, tumbuk halus
Cara Membuat:
1. Rebus daging iga dan sandung lamur hingga setengah matang.
2. Panaskan minyak, tumis semua bumbu-bumbu hingga harum. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging. Tuang santan dan belimbing sayur. Masak hingga kuah agak mengental. Angkat.
3. Tuang ke dalam mangkuk saji. Taburi dengan kelapa sangrai. Hidangkan hangat dengan ketupat atau lontong sebagai pelengkap penyajian.
Untuk 5 Porsi

Tip: Santan diperoleh dari kelapa parut yang diperas dengan air. Untuk mendapatkan santan yang banyak dan kental, peras parutan kelapa menggunakan air hangat. Di pasaran dijual santan kemasan siap pakai. Santan kemasan perlu dilarutkan dengan air sebelum digunakan untuk memasak karena tekstur santan kemasan sangat kental. Dalam resep ini, pilih daging tangkar (tulang iga berdaging ) impor karena lebih cepat empuk ketika dimasak.

Soto Daging Bumbu Kuning
Bahan:
750 g daging lemusir
2500 ml air
3 sdm minyak goreng
100 g soun, seduh air panas, tiriskan
Bumbu:
15 butir bawang merah, haluskan
6 siung bawang putih, haluskan
4 butir kemiri, sangrai, haluskan
2 cm kunyit, bakar, haluskan
3 batang serai, memarkan
4 lembar daun jeruk
4 lembar daun salam
2 daun bawang, iris halus
2 sdm bawang merah goreng
1 sdt gula pasir
2 sdm seledri cincang
2 buah jeruk nipis, potong-potong
2 sdt garam
Cara Membuat:
1. Rebus daging hingga empuk dan sisihkan 2000 ml kaldunya. Angkat daging, potong dadu kecil.
2. Tumis bawang merah, bawang putih, kemiri, dan kunyit hingga harum. Masukkan serai, daun jeruk, dan daun salam. Masukkan ke dalam kaldu, tambahkan gula pasir dan garam. Masak kembali hingga mendidih.
3. Atur soun dan potongan daging ke dalam mangkuk saji, tuang kuah soto panas. Taburi atasnya dengan daun bawang, seledri cincang, bawang merah goreng, dan potongan jeruk nipis. Hidangkan dengan nasi putih.
Untuk 8 porsi

Tip: Daging lemusir mengandung lemak sehingga membuat kuah kaldu soto menjadi lebih lezat.

Soto Lamongan 
Bahan:
1 ekor (850 g) ayam kampung, potong 12 bagian
2500 ml air
200 g tauge, seduh dengan air panas, tiriskan
75 g soun, seduh dengan air panas, tiriskan
75 g kol, iris tipis
4 telur rebus, belah menjadi 4 bagian
3 sdm minyak goreng
Bumbu:
8 butir bawang merah, haluskan
4 siung bawang putih, haluskan
2 cm kuyit, bakar, haluskan
2 cm jahe, bakar, haluskan
5 butir kemiri, sangrai, haluskan
1 sdt ketumbar, sangrai, haluskan
½ sdt merica, sangrai, haluskan
2 cm lengkuas, memarkan
2 batang serai, memarkan
1 butir cengkih utuh
2 sdt garam
Pelengkap:
2 sdm irisan daun seledri
2 sdm bawang putih goreng
2 buah jeruk nipis, potong-potong
4 sdm kecap manis
Sambal cabai rawit secukupnya
Cara Membuat:
1. Didihkan air, masukkan potongan ayam, lengkuas, serai, cengkih, dan garam. Rebus hingga ayam lunak, angkat, sisihkan kaldunya.
2. Panaskan minyak banyak, goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. Suwir-suwir daging ayam, sisihkan.
3. Panaskan 3 sendok makan minyak goreng. Tumis bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, dan merica hingga harum. Tuang tumisan bumbu beserta minyaknya ke dalam kaldu mendidih.
4. Siapkan mangkuk saji. Atur ayam suwir, tauge, soun, dan kol dalam mangkuk saji. Sesaat sebelum disajikan, siram dengan kuah soto panas. Taburi atasnya dengan selederi cincang, bawang putih goreng, dan potongan telur rebus. Sajikan panas dengan dilengkapi sambal rawit, potongan jeruk nipis, dan kecap manis sebagai pelengkap.
Untuk 8 porsi

Tip: Tauge, sun, kol, dan telur rebus bisa disajikan ditempat terpisah. Soto paling enak jika disajikan dalam keadaan panas.

Soto Sulung
Bahan:
250 g daging lemusir
250 g babat sapi
250 g usus sapi
250 g paru sapi
2500 ml kaldu daging
3 sdm minyak goreng
Bumbu:
12 butir bawng merah, haluskan
5 siung bawang putih, haluskan
3 cm kunyit, bakar,  haluskan
2 cm jahe, bakar, haluskan
3 cm lengkuas, memarkan
4 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
6 lembar daun jeruk
1 sdt gula merah
2 sdt garam
Pelengkap:
4 butir telur rebus, belah menjadi 4 bagian
2 sdm irisan daun bawang
2 sdm seledri cincang
2 sdm bawang merah goreng
Jeruk nipis, potong-potong
Sambal cabai rawit secukupnya
4 sdm kecap manis
Cara Membuat:
1. Didihkan air, masukkan usus, babat, dan paru, masak hingga jeroan empuk. Buang air rebusan, tambahkan air baru. Rebus lagi hingga jeroan benar-benar empuk. Angkat, potong-potong. Sisihkan.
2. Didihkan air, masukkan daging, lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk. Masak hingga daging empuk, angkat dagingnya, potong-potong. Sisihkan kaldunya.
3. Panaskan minyak, tumis  bawang merah, bawang putih, kunyit, dan jahe hingga harum. Tuang kaldu, tambahkan potongan jeroan, daging, gula, dan garam. Masak hingga mendidih.
4. Tuang kuah soto beserta isinya ke dalam mangkuk saji. Tambahkan potongan telur rebus, taburi dengan daun bawang, selederi cincang, dan bawang merah goreng. Sajikan panas dengan dilengkapi potongan jeruk nipis, sambal rawit, dan kecap manis. Sajikan.
Untuk 8 porsi

Tip: Bakar jahe dan kunyit untuk bumbu soto sebelum dihaluskan agar aroma kuah soto lebih harum dan tidak tercium aroma mentah.

Thursday, March 28, 2013

Keripik Singkong Pedas ala Maich

Kelezatan keripik singkong super pedas Maicih memikat lidah para pecinta kuliner. Tidak perlu jauh-jauh ke Bandung untuk menyantap kudapan ini, karena Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Bahannya mudah didapat dan proses membuatnyapun tidak sulit. Berikut resep keripik singkong ala Maich. Selamat Mencoba. Resep/Foto/Dapur Uji: Budi Sutomo. 

Bahan: 
1 kg singkong, kupas, cuci bersih 
50 g cabe rawit merah, potong-potong 
10 butir bawang merah, haluskan 
8 siung bawang putih, haluskan 
1 sdt bubuk ketumbar 
1 sdt lada bubuk 
1 sdt gula pasir 
1 sdt vetsin 
1 sdt bubuk cabe kering berbumbu siap beli 
1 sdt garam halus 
Minyak untuk menggoreng 
Perendam: 
1 lt air 
1 sdm garam halus 
¼ sdt natrium bisulfit 
Cara Membuat: 
1. Potong singkong menggunakan parutan keripik atau iris tipis menggunakan pisau tajam. Sisihkan.
2. Larutkan air dengan garam, dan natrium bisulfit. Aduk rata. Masukkan irisan singkong. Aduk rata, rendam selama 30 menit, angkat. Bilas dengan air, tiriskan hingga kering. 
3. Panaskan minyak banyak, goreng singkong hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan. 
4. Blender cabe potongan rawit dengan 60 ml air dan 50 ml minyak. Blender hingga lembut. 
5. Panaskan 70 ml makan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan cabai rawit yang telah diblender. Masak sambil diaduk-aduk hingga cabai kering. Tambahkan gula pasir, aduk rata. 
6. Masukkan keripik singkong yang teah digoreng, lada bubuk, bubuk cabe berbumbu, dan vetsin. Masak sambil diaduk-aduk hingga bumbu meresap. Angkat. Dinginkan. 
7. Simpan keripik di dalam wadah kedap udara. Sajikan. 
Untuk 800 g 

Tip: Natrium bisulfit bisa dibeli ditoko bahan kimia pangan, fungsinga memutihkan warna keripik singkong. Bahan ini bisa dihilangkan.

Tuesday, March 26, 2013

Rica-Rica Bebek

Selain digoreng dan dibakar, bebek juga lezat diolah dengan bumbu pedas seperti balado atau rica-rica. Gunakan bebek muda atau bebek impor agar daging bebek cepat empuk. Tambahkan jahe dan air jeruk nipis untuk mengurangi aroma amis bebek. Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo.

Bahan:
1 kg  bebek, potong-potong
2 buah tomat, potong dadu
150 ml air
Minyak untuk menggoreng

Bumbu:
10 buah cabe merah, tumbuk kasar
7 butir bawang merah, tumbuk kasar
5 siung bawang putih, tumbuk kasar
2 cm jahe, cincang kasar
2 sdm air jeruk nipis
3 lembar daun jeruk purut
¼ sdt vetsin (jika suka)
1 ½ sdt garam halus 
Cara Membuat: 

1. Bumbui potongan daging bebek dengan air jeruk nipis dan garam, aduk rata. Diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap. Sisihkan. Panaskan minyak banyak, goreng bebek hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan.
2. Panaskan 5 sdm minyak goreng, tumis cabai merah, bawang putih, bawang merah, jahe, dan daun jeruk hingga harum. Masukkan potongan daging bebek, aduk rata.
3. Tambahkan potongan tomat dan air. Masak sambil diaduk-aduk hingga bumbu meresap dan daging matang. Angkat.
4. Tuang bebek ke dalam piring saji. Hidangkan.
Untuk 6 Porsi

Tip: Gunakan bebek muda atau bebek impor agar dagingnya bebek tidak liat dan cepat empuk.

Mengenal Bumbu Dapur - Aneka Jenis Bawang



Hampir semua masakan menggunakan bawang sebagai bumbu masakan. Baik umbi  maupun daunnya. Aroma harum yang khas membuat masakan menjadi lezat dan menggugah selera. Di pasar banyak dijumpai beragam jenis bawang, agar tidak salah pilih mari kita mengenal ragam bawang yang sering digunakan sebagai bumbu masak.


Bawang Putih/Garlic (Allium sativum)

Hampir semua masakan menggunakan bawang putih sebagai bumbunya. Dipasaran dijual bawang putih segar dan bubuk. Penggunaanya biasanya dicincang, dimemarkan, atau dihaluskan. Selain memberikan aroma dan rasa lezat pada masakan, bawang putih juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Menurut literatur, bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol, mengurangi terjadinya pembekuan darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Bawang Merah/Shallot (Allium ascolonicum)
Bawang merah adalah bumbu utama masakan Indonesia. Penggunaanya biasanya dihaluskan, diiris halus atau digoreng kering menjadi taburan masakan. Simpan bawang merah dan bawang putih ditempat kering dan sejuk. Jangan menyimpan bawang di dalam kulkas karena akan bertunas.

Bawang Bombay/Onion (Allium cepa L)
Bentuknya besar, warnanya ada yang putih ada yang merah. Memberikan aroma wangi yang ringan. Biasanya ditumis terlebih dahulu agar masakan lebih harum. Bawang bombay merah  juga sering digunakan sebagai campuran bahan salad atau kaldu.

Bunga Bawang  (Allium Tuberosum)
Bentuknya yang cantik menjadikan bunga bawang sering digunakan sebagai garnis atau hiasan hidangan. Untuk masakan, pilih bagian bunga yang baru kuncup agar tekstur renyah dan rasa prima. Sering digunakan sebagai campuran tumisan daging atau seafood.

Daun Bawang (Allium fistulosum L)
Penggunaan daun bawang adalah sebagai bumbu, meskipun digunakan dalam jumlah kecil daun bawang merupakan sayuran yang kaya vitamin dan mineral.  Daun bawang biasanya digunakan dalam bentuk segar. Soto, sup, tumisan, dan rawon adalah beberapa jenis masakan yang menggunakan bumbu daun bawang. Penggunaannya bisa dipotong-potong atau diiris halus. Daun bawang akan memberikan aroma wangi yang khas pada masakan.

Batang Bawang/Leek (A. ampeloprasum var. porrium)
Tampilannya  hampir sama dengan daun bawang namun dengan bentuk fisik lebih besar.  Bawang ini biasanya digunakan bagian batangnya sebagai bumbu soup atau kaldu. Aroma batang bawang lebih lembut dibandingkan daun bawang, cocok sebagai campuran salad atau tumisan.   

Bawang Batak/Lokio/Bawang Cina (Allium Chinense G.Don)
Bawang ini diyakini berasal dari daratan Cina. Lokio biasanya dipakai bagian umbinya yang beraroma harum namun tidak terlalu menyengat. Cocok dimakan mentah sebagai campuran asinan, diolah dengan seafood atau campuran aneka tumisan.
Bawang Laki/Bawang Lanang
Rasa, aroma, dan bentuknya mirip dengan bawang putih namun dengan ukuran lebih kecil serta tidak bersiung. Enak dijadikan acar (pickle). Kuliner Cina dan Sumatra menggunakannya pada hidangan unggas, ikan, atau udang untuk mengurangi aroma amis. Bawang laki bisa menggantikan fungsi bawang putih dalam masakan.

Bawang Chung/Chive (Allium schoenoprasum L)
Orang sering keliru membedakan chivedengan kucai. Chive mirip daun bawang namun lebih kecil sedangkan kucai berbentuk pipih dan tidak berongga seperti chive.  Bumbu daun ini popular di dapur Jawa Timur sebagai taburan pada masakan rawon. Tumisan, olahan daging, dan hidanga seafoodakan lebih lezat jika menambahkan daun ini sebagai bumbunya.

Daun Kucai/Bawang Kucai/Garlic Chives (Allium tuberosum Rottler ex Spreng. dan A. ramosus)
Bentuknya daun memanjang , tidak berongga dan berwarna hijau segar. Aomanya mirip dengan bawang putih. Biasanya digunakan untuk campuran mendoan tempe, taburan bumbu ayam atau bumbu masakan tumisan. Dipasaran dijual dalam kondisi segar. Teks & Foto: Budi Sutomo.